MENGINGAT SUDUT



Judul: MENGINGAT SUDUT
Pengarang: MUTTAFAQUR ROHMAH  
ISBN: (belum keluar)
Deskripsi: Inti kebudayaan, menurut saya, adalah pengajaran tentang cara hidup manusia agar terus bertahan hidup. Kebudayaan mengajarkan survival, mengajarkan ketidakpunahan, mengajarkan keberlanjutan. Dan, ada dua kata kunci di sana: “adaptasi” dan “belajar”.  Dua kata kunci itulah yang diingat-ingatkan oleh Bu Uut (Muttafaqur Rohmah) melalui sudut-sudutnya di dalam Mengingat Sudut. Saya kira, begitulah kebudayaan bekerja. Tindakan “mengingatkan” menjadi sangat penting dan menemukan maknanya, karena tendensi manusia untuk selalu menyempurnakan diri. Hari ini mestilah lebih baik daripada kemarin, dan esok haruslah lebih baik daripada hari ini.  Dalam konteks kebudayaan, Mengingat Sudut mirip ajakan untuk memasuki zona liminal, ruang transisi antara hari ini dan hari esok. Di zona liminal itu kita merenung, berkaca. Seperti apa wajah kita, lalu mau seperti apa kelak. Bak sudut bantaran Kalilo di suatu malam, kita diingatkan! (Andang Subaharianto – Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi).
Lebih baru Lebih lama